Assalamualaikum Sahabat
Mumusdah..!
Kali ini,
mumusdah akan membagikan setetes ilmu yang insya allah bermanfaat untuk dunia
dan diakhirat. Sahabat semua pernah kepikiran nggak, gimana sih cara membaca
al-quran yang baik? Sebenarnya, gimana sih adab membaca al-quran? Nah, bingung?
Alhamdulillah, sahabat mumusdah akan memposting tentang ADAB MEMBACA AL-QURAN
YANG BAIK. Silahkan dibaca dan diamalkan ya sahabat muslimah :)
1
. Membaca dalam keadaan suci dari hadats, menghadap qiblat dan duduk dengan
baik
Kita sebagai umat muslim harus memperlakukan al-quran dengan baik. Karna, al-quran adalah anugrah yang diberikan Allah kepada kita. Alquran adalah pedoman hidup untuk umat manusia.
Kita sebagai umat muslim harus memperlakukan al-quran dengan baik. Karna, al-quran adalah anugrah yang diberikan Allah kepada kita. Alquran adalah pedoman hidup untuk umat manusia.
Coba
kita bayangkan, kita mendapatkan suatu piagam penghargaan, contohnya juara satu
lomba membaca alquran tingkat nasional? Wah, pasti bakal kita jaga baik-baik
ya? Apalagi alquran, kitab yang berisi firman-firman Allah SWT. Jadi, ketika
kita ingin membaca alquran, sebaiknya kita membacanya dalam keadaan suci,
menghadap kiblat dan duduk dengan baik ya sahabat muslimah.
2. Membaca dengan tartil (perlahan-lahan)
Sahabat muslimah, pasti kita pernah membaca alquran dengan cepat dan tergesa-gesa. Kenapa? Kenapa kita harus membacanya tergesa-gesa. Ingat, kita manusia. Ketika kita membacanya dengan cepat, bisa jadi kita membuat kesalahan dalam membaca alquran itu. Dan akhirnya, kita membuat kesalahan kata dalam ayat yang kita baca. Mungkin, ini terdengar sepele dan masa bodoh gitu. Tapi, kita bisa merubah arti dari ayat alquran yang kita baca. Dan hal tersebut adalah kesalahan fatal sahabat muslimah. Jadi, baca alquran dengan tartil ya..
3.
Membacanya dengan khusyu.
"Bacalah AIQur'an dan menangislah karenanya. Bila kalian tidak bisa menangis maka berpura-puralah untuk menangis." (HR. Bukhari dan Muslim). Berpura-puralah untuk menangis? Maksudnya, bila kita sendirian menangislah, untuk menjaga keikhlasan dalam membaca alquran. Tidak sedikit orang yang menangis setelah memdengar dan membaca alquran. Termasuk kholifah rasyidin kita, umar bin khattab yang menangis tersendu sendu setelah mendengar seseorang membaca alquran. Subhanallah.
4. Membacanya dengan suara yang enak didengar.
Rasulullah SAW bersabda, "Hiasilah Al-Qur'an dengan suara kalian." (HR. Bukhari). Dengan membaca alquran dengan suara yang enak didengar, maka orang orang disekitar kita akan tertarik untuk membaca alquran. Subhanallah.
Tapi bila merasa khawatir dianggap ria , maka
bacalah Al-Qur'an dengan suara yang cukup didengar sendiri. "Orang yang
membaca Al-Qur 'an dengan keras bagaikan orang yang bershadaqah dengan terang-terangan."
(HR. Turmudzi).
5. Membaca dengan tadabur disertai dengan kehadiran hati untuk memahami arti dan rahasianya.
Allah berfirman: 'Apakah mereka tidak merenungkan AI Qur'an." (QS. An-Nisa: 82) Membaca alquran untuk memahami arti sudah sangatlah jelas. Dengan kita mengetahui makna dari alquran, maka renungkanlah, renungkanlah akan segala nikmat yang telah diberikan allah kepada kita. Contohnya saja, ketika kita sedang sehat, kita mensyukuri kesehatan yang telah diberikan allah. Ketika kita sedang sakit, kita mensyukuri bahwa allah masih memberikan kesempatan untuk mendekatkan diri kepadanya. "Don (juga) pada dirimu sendiri Maka apakah kamu tiada memperhatikan?" (Adz-Dzariyat: 21)
6. Bukan menjadi orang yang tidak menghiraukan apa yang dibaca.
"Mengapa kamu tidak malu kepada-Ku? Ketika kamu mendapat kiriman surat dari seorang teman, kamu berhenti sejenak dan menyempatkan diri membacanya, huruf demi huruf. Agar kamu bisa memahaminya dengan baik dan tidak ada yang terlewatkan. Dan, inilah kitab yang Aku turunkan kepadamu. Perhatikan! Bagaimana Aku menjelaskan setiap permasalahan dengan terperinci. Dan perhatikan! betapa sering Aku mengulanginya sehingga kamu bisa merenungkannya. Tapi lihatlah! Apa yang kamu lakukan, kamu pun berpaling darinya. Sehingga Aku menjadi kurang bermakna bagimu dibandingkan dengan temanmu.
Wahai hamba-Ku! Bila datang seorang teman mengunjungimu, kamu pun menyambutnya dengan hangat. Kamu memperhatikan dan mendengarkannya dengan seksama. Bila ada orang yang mengganggu pembicaraanmu, kamu pun segera menyuruhnya untuk diam. Dan, inilah sekarangAku datang kepadamu, ingin berbicara denganmu. Tapi apa yang terjadi? Kamu pun berpaling dariku. Mengapa kamu menjadikan Aku lebih tidak bermakna dari seorang temanmu?" Demikianlah beberapa hal yang harus diperhatikan ketika membaca Al-Qur'an, sehingga kita tidak membacanya semau kita tanpa memperhatikan situasi dan kondisi. Ini semua agar tilawah kita lebih bermakna dan benar benar beda.
TASYA
MARLIANI
No comments:
Post a Comment